Angkatan Bersenjata Yaman Serang Fasilitas Minyak Aramco di Riyadh

Okt 4, 2026 at 10:56 PM GMT+8

AHLULBAITNEWS.COM – Angkatan bersenjata Yaman mengklaim telah melancarkan serangan rudal dan drone terhadap fasilitas perusahaan minyak Arab Saudi, Saudi Aramco, di Riyadh dan wilayah Khurais.

Serangan tersebut disebut sebagai balasan atas peningkatan serangan militer Saudi ke Sanaa dan sejumlah provinsi di Yaman.

Juru bicara angkatan bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree, pada Minggu mengatakan operasi tersebut berhasil mencapai sasaran.

Menurut dia, serangan mengenai target secara langsung dan akurat hingga memicu kebakaran di lokasi yang disasar.

Saree menyebut operasi itu merupakan respons atas 60 serangan udara dan serangan rudal Saudi ke Sanaa serta provinsi-provinsi lain di Yaman dalam 24 jam sebelumnya.

Dengan tambahan serangan tersebut, ia mengklaim jumlah serangan yang dilakukan pihak lawan sejak eskalasi terbaru dimulai telah mencapai 1.410 kali.

Menurut Saree, angkatan bersenjata Yaman melaksanakan dua operasi militer yang disebutnya berkualitas tinggi dengan menggunakan sejumlah rudal balistik dan drone.

Targetnya mencakup fasilitas Aramco di ibu kota Saudi, Riyadh, serta fasilitas perusahaan tersebut di kawasan Khurais.

Ia memperingatkan bahwa serangan yang terus berlanjut terhadap Yaman akan memicu eskalasi lebih lanjut dan langkah-langkah balasan yang dapat menimbulkan kerugian besar bagi pihak penyerang.

Saree juga menegaskan bahwa militer Yaman akan mempertahankan strategi blokade dibalas blokade dan eskalasi dibalas eskalasi.

Ia mengatakan serangan terhadap pengerahan kekuatan militer Saudi akan terus dilakukan sampai serangan ke Yaman dihentikan dan blokade terhadap negara tersebut dicabut.

Eskalasi terbaru antara kedua pihak bermula pada Juli, setelah Arab Saudi melancarkan serangan terhadap Bandara Sanaa.

Militer Yaman kemudian merespons dengan serangan drone dan rudal balistik ke pangkalan militer, pelabuhan, serta bandara Saudi. Kapal-kapal tanker minyak di Laut Merah juga menjadi sasaran.

Pemerintahan yang berbasis di Sanaa turut mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi pada 20 Juli.

Langkah itu disebut sebagai respons atas blokade terhadap Yaman yang mereka nilai tidak adil dan menindas, yang menurut pernyataan tersebut telah berlangsung hampir 12 tahun.

Serangan terbaru itu terjadi di tengah peningkatan operasi militer Saudi terhadap Yaman.

Selain serangan udara dan rudal yang dilaporkan mencapai 60 kali dalam 24 jam, pesawat tempur Saudi juga menyerang Sanaa dan sejumlah provinsi lainnya.

Konflik Yaman telah berlangsung sejak Arab Saudi dan sekutunya melancarkan operasi militer besar-besaran pada Maret 2015.

Operasi tersebut disertai pemberlakuan blokade terhadap Yaman serta dukungan militer, politik, dan logistik dari Amerika Serikat dan sejumlah negara Barat.

Perang tersebut telah menewaskan puluhan ribu warga Yaman. Namun, menurut sumber tersebut, Arab Saudi belum berhasil mencapai tujuan yang dinyatakan dalam intervensinya, yakni memulihkan pemerintahan yang sejalan dengan kepentingannya.

Di sisi lain, Saree juga mengumumkan bahwa pasukan Yaman berhasil menggagalkan upaya pasukan yang didukung Saudi untuk bergerak maju menuju posisi mereka di wilayah timur Provinsi al-Jawf.

Dalam operasi itu, pasukan Yaman diklaim menghancurkan sejumlah kendaraan militer dan menyebabkan puluhan anggota pasukan penyerang tewas atau terluka.

Saree mengatakan pasukan yang tersisa kemudian dikejar di kawasan gurun al-Jawf. Konsentrasi pasukan yang didukung Saudi juga disebut menjadi sasaran serangan rudal balistik dan drone.

Ia turut memuji warga Provinsi al-Jawf dan Ma’rib yang disebutnya berdiri bersama rakyat Yaman serta mendukung angkatan bersenjata dalam menghadapi kelompok-kelompok yang didukung Saudi.

Editor: Muhammad Amin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *