Dua Jurnalis Palestina Ditangkap Israel, Puluhan Warga Jadi Sasaran Penggerebekan
AHLULBAITNEWS.COM – Pasukan Israel menangkap dua jurnalis Palestina dalam serangkaian penggerebekan di wilayah pendudukan Tepi Barat pada Minggu dini hari.
Operasi tersebut juga menyasar sejumlah rumah warga dan berujung pada penangkapan beberapa warga Palestina di berbagai wilayah.
Kantor berita resmi Palestina, WAFA, melaporkan bahwa pasukan Israel menggerebek Kota Arraba, selatan Jenin, pada Minggu dini hari.
Dalam operasi itu, tentara Israel menangkap jurnalis Raja Maarouf Jabr setelah menerobos masuk ke rumahnya dan mengacak-acak isi rumah tersebut.
Pada malam sebelumnya, pasukan Israel juga menggerebek Desa Asira al-Qibliya, barat daya Nablus.
Dalam operasi tersebut, jurnalis Sami al-Shami ditangkap bersama lima warga lainnya.
Penangkapan terbaru ini terjadi lebih dari dua pekan setelah pasukan Israel menahan koresponden Press TV, Naqaa Hamed, di Tepi Barat.
Hamed, 38 tahun, ditangkap pada 14 September di sebuah pos pemeriksaan dekat Tuqu’, Bethlehem. Ia baru dibebaskan pada 4 Oktober setelah hampir dua pekan ditahan di Penjara Damon.
Operasi militer Israel juga berlangsung di sejumlah lokasi lain. Di Kota Kafr Dan, sebelah barat Jenin, pasukan Israel menangkap Ahmed Abdul Jabbar Salah dan Mohammed Ahed Salah saat menggerebek beberapa rumah.
Sumber keamanan Palestina dan sumber lokal juga melaporkan bahwa satuan pasukan khusus Israel menyerbu Kota Tua Nablus pada Minggu dini hari. Sejumlah kendaraan militer Israel kemudian memasuki kawasan tersebut.
Pasukan Israel mendobrak beberapa rumah di lingkungan al-Qaryoun dan menangkap dua warga Palestina yang diidentifikasi sebagai Izzat Tabila dan Jihad Qazour.
Di Kota Qabatiya dan Desa Kafr Dan, tentara Israel kembali menggerebek serta menggeledah sejumlah rumah dan menangkap beberapa warga setempat. Pasukan Israel juga memasuki kamp pengungsi Jenin dan menangkap seorang warga sipil.
Penggerebekan turut dilaporkan terjadi di Desa al-Mughayyir, timur laut Ramallah. Pasukan Israel mengacak-acak sejumlah rumah sebelum melakukan penggeledahan di beberapa rumah warga Palestina lainnya di Kamp Pengungsi Qalandiya dan Kota Hizma.
Operasi serupa juga berlangsung di Kamp Pengungsi Aqabat Jaber di Ariha serta Kota Attil, sekitar 12 kilometer di timur laut Tulkarm. Namun, belum ada laporan langsung mengenai kemungkinan penangkapan dalam dua operasi tersebut.
Di tengah rangkaian operasi itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa situasi di Tepi Barat yang diduduki telah berada di titik kritis.
PBB mencatat lebih dari 1.430 serangan oleh pemukim Israel yang menyebabkan korban luka atau kerusakan properti di sekitar 260 komunitas Palestina sepanjang 2026. Banyak serangan tersebut dilaporkan terjadi di hadapan pasukan Israel.
Sejak Januari 2023, sebanyak 127 komunitas Palestina telah mengalami pengungsian secara keseluruhan maupun sebagian. Dari jumlah tersebut, 47 komunitas ditinggalkan sepenuhnya, dengan total lebih dari 6.390 orang terdampak.
Sementara itu, otoritas Israel telah memajukan atau menyetujui sekitar 12.360 unit permukiman di Tepi Barat sepanjang tahun ini. Jumlah tersebut mencakup 5.160 unit di Al-Quds Timur yang diduduki.
Editor: Fatimah Zakiyah
